Selamat Datang di Electronics. Blog ini menjelaskan tentang Komponen Elektronika, Elektronika Analog, dan Elektronika Digital.

Sunday, April 15, 2012

Minimum Sistem Mikrokontroler

Pembahasan kali ini tentang minimum sistem suatu mikrokontroler avr. Sebelum melangkah ke minimum sistem alangkah lebih baik untuk mengetahui pengertian dari mikrokontroler. Mikrokontroler adalah suatu keping IC dimana terdapat mikroprosesor dan memori program (ROM) serta memori serbaguna. Banyak yang bertanya – Tanya “apakah  mikrokontroler dan mikroprosesor  itu berbeda ?”, yang pasti jawabannya jelas beda. Perbedaan mikrokontroler dan mikroprosesor pada umumnya terdapat di memorinya. Mikroprosesor tidak memiliki RAM sedangkan mikrokontoler sudah memiliki RAM. 
   
Gambar 1 Diagram Blok Mikroprosesor dan Diagram Blok Mikrokontroler


Minimum sistem mikrokontroler adalah sebuah rangkaian paling sederhana dari sebuah mikrokontroler agar IC mikrokontroler tersebut bisa beroprasi dan deprogram. Dalam aplikasinya minimum sistem sering dihubungkan dengan rangkaian lain untuk tujuan tertentu. Ada beberapa yang harus diperhatikan dalam membuat minimum sistem mikrokontroler, yaitu;
  1. Power supply
    Semua komponen elektronika membutuhkan power supply atau sering juga disebut catu daya.  Mikrokontroler beroprasi pada tegangan 5 volt. Biasanya pembuatan catu daya mikrokontroler menggunakan IC regulator 7805 agar tegangannya bisa stabil.

    Gambar 2 Regulator 7805

  2. Osilator (pembangkit frekuensi)
    Pada dasarnya mikrokontroler memiliki sifat seperti manusia. Kalau manusia memiliki jantung untuk bisa hidup maka mikrokontroler memiliki osilator untuk bisa beroprasi. Mikrokontroler sendiri sudah memiliki osilator internal yaitu sebesar 8Mhz tetapi kadang kala agar kinerja mikronkontroler lebih cepat osilator internal tidak bisa menangani kasus tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan osilator eksternal (kristal) yang nilainya lebih dari 8Mhz. Perlu diperhatikan mikrokontroler hanya bisa beroprasi sampai 16 Mhz. jadi kalau memilih krsital untuk avr tidak boleh lebih dari 16Mhz.


    Gambar 3 Kristal 16 MHz

  3. ISP
      Minimum sistem mikrokontroler dibuat untuk di program. Prinsipnya mikrokontroler bisa diprogram secara parallel atau secara seri. Pemograman mikrokontroler secara seri atau lebih dikenal dengan ISP tidak perlu memerlukan banyak jalur data. Tapi ISP memiliki kelemahan, jika salah setting fuse bit yang memiliki fungsi fital misal pin reset di disable maka alamat DEH sudah tidak bisa digunakan lagi. Untuk mengembalikan settingan fuse bit tadi, harus menggunakan pemograman tipe parallel (high voltage programming).

     
    Gambar 4 Settingan Port ISP
     
  4. Rangkaian reset
    Rangkaian reset sama fungsinya dengan rangkaian reset pada komputer. Fungsi reset di mikrokontroler yaitu untuk merestart program, sehingga kembali ke program awal. Penggunaan reset pada mikrokontroler opsional, bisa di pake atau nggak tergantung si pengguna.

Berikut gambar rangkaian minimum sistem mikrokontroler

 
Gambar Board minimum sistem mikrokontroler untuk PCB *menyusul*




2 comments:

  1. kita juga punya nih artikel mengenai 'Ic mikrokontroler', silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/865/1/10407912.pdf
    trimakasih
    semoga bermanfaat

    ReplyDelete
  2. mari mampir ke sini http://blognyaeko.wordpress.com/ untuk tutorial mikrokontroler, plc, dan visual programming

    ReplyDelete